Rabu, 22 Desember 2010
Middleware Telematika
Sabtu, 13 November 2010
Sistem Penunjang Keputusan_Dewi Agushinta R_PTA1011
penyelesaiannya bisa di download disini
Kamis, 11 November 2010
WBS (Work Breakdown System)
Sebuah proyek yang komplek agar mudah dikendalikan harus diuraikan dalam bentuk komponen-komponen individual dalam struktur hirarki, yang dikenal dengan Work Breakdown Structure (WBS).
Pada dasarnya WBS merupakan suatu daftar yang bersifat top down dan secara hirarkis menerangkan komponen-komponen yang harus dibangun dan pekerjaan yang berkaitan dengannya.
Struktur WBS
Struktur dalam WBS mendefinisikan tugas-tugas yang dapat diselesaikan secara terpisah dari tugas-tugas lain, memudahkan alokasi sumber daya, penyerahan tanggung jawab, pengukuran dan pengendalian proyek. Pembagian tugas menjadi sub tugas yang lebih kecil tersebut dengan harapan menjadi lebih mudah untuk dikerjakan dan diestimasi lama waktunya.Sebagai gambaran, Work breakdown structure (WBS) dapat diilustrasikan seperti diagram blok berikut:

Model WBS memberikan beberapa keuntungan, antara lain :
- Memberikan daftar pekerjaan yang harus diselesaikan
- Memberikan dasar untuk mengestimasi, mengalokasikan sumber daya, menyusun jadwal, dan menghitung biaya
- Mendorong untuk mempertimbangkan secara lebih serius sebelum membangun suatu proyek .
Pentingnya Manajemen Kontrol Keamanan Pada Sistem
Keamanan Sistem mengacu pada perlindungan terhadap semua sumber daya informasi perusahaan dari ancaman oleh pihak-pihak yang tidak berwenang.
Tujuan-tujuan Keamanan ; dimaksudkan untuk mencapai 3 tujuan utama , yaitu :
1. Kerahasiaan, perusahaan berusaha melindungi data dan informasi dari orang-orang yang tidak berhak.
2. Ketersediaan, tujuan CBIS adalah menyediakan data dan informasi bagi mereka yang berwenang untuk menggunakannya.
3. Integritas, semua subsistem CBIS harus menyediakan gambaran akurat dari sistem fisik yang diwakilinya.
Pengendalian Akses ; dicapai melalui suatu proses 3 langkah, yang mencakup :
1. Indentifikasi User.
2. Pembuktian Keaslian User.
3. Otorisasi User.
Strategi Pengulangan Biaya Manajemen Informasi
Strategi yang paling banyak dimanfaatkan adalah :
1. Strategi Konsolidasi, dapat diikuti dengan mengurangi jumlah lokasi sumber daya informasi yang terpisah. Alasannya adalah sejumlah kecil pemusatan sumber daya yang besar dapat beroperasi lebih efisien dari pada banyak pemusatan sumber daya yang kecil.
2. Downsizing, adalah transfer berbagai aplikasi berbasis komputer perusahaan dari konfigurasi peralatan besar, seperti mainframe ke platform yang lebih kecil seperti komputer mini. Dalam beberapa kasus, platform yang lebih kecil tetap berada dalam IS, dan dalam kasus lain ditempatkan di area pemakai. Pemindahan ke sistem yang kurang mahal tetapi penuh daya ini disebut Smartsizing. Keuntungan downsizing : sistem yang user friendly.
3. Outsourcing, ukuran pemotongan biaya yang dapat berdampak lebih besar bagi IS dari pada downsizing adalah outsourcing. Outsourcing adalah mengkontrakkan keluar semua atau sebagian operasi komputer perusahaan kepada organisasi jasa di luar perusahaan.
Jasa-jasa yang ditawarkan Outsourcers mencakup :
q Entry data dan pengolahan sederhana.
q Kontrak pemrograman.
q Manajemen fasilitas, operasi lengkap dari suatu pusat komputer.
q Integrasi sistem, adalah kinerja semua tugas-tugas siklus hidup pengembangan sistem.
q Dukungan operasi untuk pemeliharaan, pelayanana atau pemulihan dari bencana.
Pentingnya pengendalian Sistem Informasi
Untuk berfungsi secara efektif dan efisien, sebuah business harus mempunyai sistem informasi manajemen yang valid, akurat, lengkap, tepat waktu dan tepat guna. Dengan demikian manajemen, aktor yang menjadi pemegang peranan penting dari keberhasilan sesuatu perusahaan, dapat mengambil keputusan yang optimal berdasarkan informasi yang dapat diandalkan. Sesuai dengan laju perkembangan teknologi informasi, sistem informasi manajemen masa kini pada umumnya telah didukung oleh komputer di dalam suatu kegiatan usaha adalah sangat tergantung pada situasi dan kondisi dari masing-masing perusahaan. Ada perusahaan yang tidak bisa berfungsi sama sekali kalau komputernya macet, karena memekai sistem informasi manajemen yang sangat bergantung pada komputer (computer dominant firm); dan ada pula perusahaan yang tetap bisa beroperasi seperti biasa, meskipun komputernya musnah terkena bencana, sebab sistem informasi manajemennya memang kurang bergantung pada peran komputer (computer minor firm).
Minggu, 11 April 2010
bab 1 Penulisan Ilmiah
BAB 1
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang Masalah
Penggunaan sarana komputer dalam semua aspek kehidupan saat ini sudah tidak asing lagi. Komputer tidak hanya di gunakan dalam bidang ilmu pengetauan saja tetapi di gunakan juga dalam berbagai bidang dan disiplin ilmu. Begitu juga di perlukan dalam membantu kebutuhan akan kecepatan mengolah data.
Bahasa pemrograman adalah hal yang terpenting dalam perkomputerisasian. Bahasa pemrograman dipakai oleh para programmer untuk membuat suatu aplikasi. Begitu banyak bahasa pemrograman tingkat tinggi yang dipakai oleh para programmer untuk membuat suatu aplikasi seperti JAVA, PHP, dll. Dan salah satu bahasa pemrograman tingkat tinggi yang ingin diangkat oleh penulis adalah Magic Generator 7.0. Magic Generator 7.0 adalah bahasa pemrograman tingkat tinggi berorientasi obyek, bebas kode alat pengembangan aplikasi database dan multi-platform.
Magic Generator 7.0 telah banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar seperti
1.2 Batasan Masalah
Dalam hal ini penulis hanya membatasi pada pembuatan aplikasi desktop untuk penyewaan buku. Dalam penyewaan ini cara kerja aplikasi hanya di batasi pada proses peminjaman sampai pada pengembalian buku. Juga disertai biaya denda apabila pengembalian telat sesuai aturan yang ada.
1.3 Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan ilmiah ini adalah untuk memudahkan operator untuk mencatat daftar peminjaman, pengembalian dan peng-update-an database buku yang sebelumnya dilakukan dengan cara manual. Dengan aplikasi ini kesalahan-kesalahan yang sebelumnya sering terjadi dengan cara manual tidak akan terjadi lagi. Dan tujuan dari penulisan ilmiah ini adalah juga untuk memperkenalkan software Magic Generator 7.0, yang sebelumnya tidak didapatkan di perkuliahan.
1.4 Metode Penulisan
Dalam penyusunan penulisan ilmiah ini penulis menggunakan metode sebagai berikut :
A. Studi pustaka
Yaitu metode pengumpulan informasi dengan mempelajari buku-buku dan referensi yang berhubungan dengan penulisan ini.
B. Studi lapangan
Yaitu suatu metode yang digunakan dengan cara melakukan pengamatan langsung ketempat objek penelitian yang sedang menjadi pembahasan penulisan ilmiah ini. Dalam hal ini penulis bertanya langsung dengan pemilik toko penyewaan buku D&D untuk mendapatkan data-data yang dapat mendukung penulisan ini.
1.5 Sistematika Penulisan
Dalam sistematika penulisan, penulis membuat empat bab untuk memperjelas dan memudahkan dalam proses penulisan.
Pada bab 1, merupakan bab Pendahuluan. Bab ini berisikan tentang pendahuluan yang menggabarkan latar belakang, batasan masalah, tujuan penulisan, metode penulisan dan sistematika penulisan.
Pada bab 2, merupakan bab Landasan Teori. Pada bab ini berisi landasan teori dari keseluruhan penulisan yang berisikan tentang perentalan, pengendalian dan pengontrolan buku, dan komponen-komponen pada software Magic Generator 7.0 yang di gunakan dalam membuat aplikasi.
Pada bab 3, merupakan Perancangan, Pembuatan, dan Implementasi. Pada bab ini penulis menjelaskan tentang pembahasan permasalahan pada sistem yang sedang berjalan. Penguraian perancangan aplikasi, structure database, perancangan form I / O, dan cara penggunaan program aplikasi yang berkenaan pada penulisan ilmiah ini.
Pada bab 4, merupakan bab Penutup. Pada bab ini berisikan kesimpulan serta saran-saran yang dapat berguna bagi para pembaca.
Senin, 01 Maret 2010
Latar Belakang Masalah
1.1 Latar Belakang Masalah
Pada era globalisasi sekarang in kehidupan manusia tidak akan lepas dari teknologi, karena teknologi kini telah menjadi bagian yang sangat penting bagi kehidupan sehari-hari. Salah satu contoh dari kemajuan teknologi yang semakin pesat saat ini adalah komputer. Keberadaan komputer kini telah menjadi suatu kebutuhan yang mendasar bagi masyarakat, karena dengan komputer kita dapat menyelesaikan berbagai masalah dengan mudah bahkan komputer dapat membuat hal yang membosankan menjadi lebih menarik.
Permainan mengasah otak sekarang ini menjadi tren semua kalangan khususnya para pelajar. Dengan memainkan permainan mengasah otak, si pemain di minta untuk menyelesaikan suatu permasalahan dengan tahap-tahap yang menjadi suatu dasar untuk menyelesaikan permainan tersebut. Salah satu permainan mengasah otak yang sedang populer saat ini adalah Rubik Cube atau yang lebih di kenal dengan Rubik. Rubik merupakan sebuah puzzle mekanis yang diciptakan oleh seorang professor arsitektur asal negara Hungaria yang bernama Erno Rubik pada tahun 1974. Permainan ini dapat meningkatkan ketajaman kecerdasan visual spasial dan daya nalar, sehingga tak heran banyak orang kecanduan memainkannya. Sebuah kubus rubik mempunyai kombinasi posisi yang memungkingkan. Namun meskipun mempunyai kemungkinan posisi yang teramat sangat banyak, Kubus Rubik dapat diselesaikan dalam rata-rata 56 gerakan/putaran saja, bahkan bisa kurang dari itu.
Dengan melihat beberapa penjelasan di atas, maka penulis mencoba mencari solusi yang tepat cara bermain rubik tersebut. Penulis di sini ingin mencoba membuat aplikasi langkah-langkah cara menyelesaikan rubik tahap demi tahap.
