Jumat, 11 Desember 2009

Apakah benar ada Konspirasi di balik kriminalisasi KPK???

Apa yang terjadi selama ini bukanlah yang sebenarnya, tetapi hanya ujung dari konspirasi besar yang bertujuan mengkriminalisasi KPK. Dengan cara terlebih dahulu mengkriminalisasi pimpinan, kemudian menggantinya, alhasil kpk pun mandul.

Agar kita semua bisa melihat persoalan ini lebih jernih, kita telusuri mulai dari kasus Antasari Azhar. Sebagai pimpinan KPK yang baru, menggantikan Taufiqurahman Ruqi, gerakan Antasari memang luar biasa. Dia main tabrak kanan dan kiri, siapa pun dibabat, termasuk besan Presiden SBY.

Antasari yang disebut-sebut sebagai orangnya Megawati, ini tidak pandang bulu karena siapapun yang terkait korupsi langsung disikat. Bahkan, beberapa konglomerat hitam yang kasusnya masih menggantung pada era sebelum Antasari, sudah masuk dalam agenda pemeriksaan.

Tindakan Antasari yang hajar kanan-kiri, dinilai Jaksa Agung Hendarman sebagai bentuk balasan dari sikap Kejaksaan Agung yang tebang pilih, dimana waktu Hendraman jadi Jampidsus, dialah yang paling rajin menangkapi Kepala Daerah dari Fraksi PDIP. Bahkan atas sukses menjebloskan Kepala Daerah dari PDIP, dan yang dianggap orangnya Megawati, seperti ECW Neloe, maka Hendarman pun dihadiahi jabatan sebagai Jaksa Agung.

Setelah menjadi Jaksa Agung, Hendarman makin resah, karena waktu itu banyak pihak termasuk DPR menghendaki agar kasus BLBI yang melibatkan banyak konglomerat hitam dan kasusnya masih terkatung di Kejaksaan dan Kepolisian untuk dilimpahkan atau diambilalih KPK. Tentu saja hal ini sangat tidak diterima kejaksaan, dan Bareskrim, karena selama ini para pengusaha ini adalah tambang duit bagi aparat Kejaksaan dan Kepolisian, khususnya Bareskrim. Sekedar diketahui Bareskrim adalah supplier keungan untuk Kapolri dan jajaran perwira polisi lainnya.

Sikap Antasari yang berani menahan besan SBY, sebetulnya membuat SBY marah kala itu. Hanya, waktu itu ia harus menahan diri, karena dia harus menjaga citra, apalagi moment penahanan mendekati Pemilu, dimana dia akan mencalonkan lagi. SBY juga dinasehati oleh orang2 dekatnya agar moment itu nantinya dapat dipakai untuk bahan kampanye, bahwa seorang SBY tidak pandang bulu dalam memberantas korupsi. SBY terus mendendam apalagi, setiap ketemu menantunya Anisa Pohan, suka menangis sambil menanyakan nasib ayahnya.

Dendam SBY inilah yang dimanfaatkan oleh Kapolri dan Jaksa Agung untuk mendekati SBY, dan menyusun rencana “melenyapkan” Antasari. Tak hanya itu, Jaksa Agung dan Kapolri juga membawa konglomerat hitam BLBI [seperti Syamsul Nursalim, Agus Anwar, Liem Sioe Liong, dan lain-lainnya), dan konglomerat yang tersandung kasus lainnya seperti James Riyadi (kasus penyuapan yang melibatkan salah satu putra mahkota Lippo, Billy Sindoro terhadap oknun KPPU dalam masalah Lipo-enet/Astro, dimana waktu itu Billy langsung ditangkap KPK), Harry Tanoe (kasus NCD Bodong dan Sisminbakum yang mengantung di KPK), Tommy Winata (kasus perusahaan ikan di Kendari, Tommy baru sekali diperiksa KPK), Sukanto Tanoto (penggelapan pajak Asian Agri), dan konglomerat lainnya.

Para konglomerat hitam berjanji membiayai pemilu SBY, namun mereka minta agar kasus BLBI, dan kasus2 lainnya tidak ditangani KPK. Jalur pintas yang mereka tempuh untuk “menghabisi Antasari“ adalah lewat media. Waktu itu sekitar bulan Februari-Maret 2008 semua wartawan Kepolisian dan Kejaksaan (sebagian besar wartawan brodex – wartawan doyan suap) diajak rapat di Hotel Bellagio Kuningan. Ada dana yang sangat besar untuk membayar media, di mana tugas media mencari sekecil apapun kesalahan Antasari. Intinya media harus mengkriminalisasi Antasari, sehingga ada alasan menggusur Antasari.

Nyatanya, tidak semua wartawan itu “hitam”, sehingga gerakan mengkriminalisasi Antasari lewat media gagal.
Antasari sendiri bukan tidak tahu gerakan2 yang dilakukan Kapolri dan Jaksa Agung yang di back up SBY untuk menjatuhkannya. Antasari bukannya malah nurut atau takut, justru malah menjadi-jadi dan terkesan melawan. Misalnya Antasari yang mengetahui Bank Century telah dijadikan “alat” untuk mengeluarkan duit negara untuk membiayai kampanye SBY, justru berkoar akan membongkar skandal bank itu. Antasari sangat tahu siapa saja operator Century, dimana Sri Mulyani dan Budiono bertugas mengucurkan duit dari kas negara, kemudian Hartati Mudaya, dan Budi Sampurna, (adik Putra Sanpurna) bertindak sebagai nasabah besar yang seolah-olah menyimpan dana di Century, sehingga dapat ganti rugi, dan uang inilah yang digunakan untuk biaya kampanye SBY.

Tentu saja, dana tersebut dijalankan oleh Hartati Murdaya, dalam kapasitasnya sebagai Bendahara Paratai Demokrat, dan diawasi oleh Eddy Baskoro plus Djoko Sujanto (Menkolhukam) yang waktu itu jadi Bendahara Tim Sukses SBY. Modus penggerogotan duit Negara ini biar rapi maka harus melibatkan orang bank (agar terkesan Bank Century diselamatkan pemerintah), maka ditugaskanlah Agus Martowardoyo (Dirut Bank Mandiri), yang kabarnya akan dijadikan Gubernur BI ini. Agus Marto lalu menyuruh Sumaryono (pejabat Bank Mandiri yang terkenal lici dan korup) untuk memimpin Bank Century saat pemerintah mulai mengalirkan duit 6,7 T ke Bank Century.

Antasari bukan hanya akan membongkar Century, tetapi dia juga mengancam akan membongkar proyek IT di KPU, dimana dalam tendernya dimenangkan oleh perusahaan Hartati Murdaya (Bendahara Demokrat). Antasari menjadi bola liar, ia membahayakan bukan hanya SBY tetapi juga Kepolisian, Kejaksaan, dan para konglomerat, serta para innercycle SBY. Akhirnya Kapolri dan Kejaksaan Agung membungkam Antasari. Melalui para intel akhirnya diketahui orang2 dekat Antasari untuk menggunakan menjerat Antasari.

Orang pertama yang digunakan adalah Nasrudin Zulkarnaen. Nasrudin memang cukup dekat Antasari sejak Antasari menjadi Kajari, dan Nasrudin masih menjadi pegawai. Maklum Nasrudin ini memang dikenal sebagai Markus (Makelar Kasus). Dan ketika Antasari menjadi Ketua KPK, Nasrudin melaporkan kalau ada korupsi di tubuh PT Rajawali Nusantara Indonesia (induk Rajawali Putra Banjaran). Antasari minta data2 tersebut, Nasrudin menyanggupi, tetapi dengan catatan Antasari harus menjerat seluruh jajaran direksi PT Rajawali, dan merekomendasikan ke Menteri BUMN agar ia yang dipilih menjadi dirut PT RNI, begitu jajaran direksi PT RNI ditangkap KPK.

Antasari tadinya menyanggupi transaksi ini, namun data yang diberikan Nasrudin ternyata tidak cukup bukti untuk menyeret direksi RNI, sehingga Antasari belum bisa memenuhi permintaan Nasrudin. Seorang intel polsi yang mencium kekecewaan Nasrudin, akhirnya mengajak Nasrudin untuk bergabung untuk melindas Antasari. Dengan iming2, jasanya akan dilaporkan ke Presiden SBY dan akan diberi uang banyak, maka skenario pun disusun, dimana Nasrudin disuruh mengumpan Rani Yulianti untuk menjebak Antasari.

Rupanya dalam rapat antara Kapolri dan Kejaksaan, yang diikuti Kabareskrim. melihat kalau skenario menurunkan Antasari hanya dengan umpan perempuan, maka alasan untuk mengganti Antasari sangat lemah. Oleh karena itu tercetuslah ide untuk melenyapkan Nasrudin, dimana dibuat skenario seolah dilakukan Antasari. Agar lebih sempurna, maka dilibatkanlah pengusaha Sigit Hario Wibisono. Mengapa polisi dan kejaksaan memilih Sigit, karena seperti Nasrudin, Sigit adalah kawan Antasari, yang kebetulan juga akan dibidik oleh Antasari dalam kasus penggelapan dana di Departemen Sosial.

Sigit yang pernah menjadi staf ahli di Depsos ini ternyata menggelapakan dana bantuan tsunami sebesar Rp 400 miliar. Sebagai teman, Antasari, mengingatkan agar Sigit lebih baik mengaku, sehingga tidak harus “dipaksa KPK”. Nah Sigit yang juga punya hubungan dekat dengan Polisi dan Kejaksaan, mengaku merasa ditekan Antasari. Di situlah kemudian Polisi dan Kejaksaan melibatkan Sigit dengan meminta untuk memancing Antasari ke rumahnya, dan diajak ngobrol seputar tekanan2 yang dilakukan oleh Nasrudin. Terutama, yang berkait dengan terjebaknya Antasari di sebuah hotel dengan istri ketiga Nasrudin.

Nasrudin yang sudah berbunga-bunga, tidak menyangka, bahwa dirinyalah yang dijadikan korban, untuk melengserkan Antasari selama-lamanya dari KPK. Dan akhirnya disusun skenario yang sekarang seperti diajukan polisi dalam BAP-nya. Kalau mau jujur, eksekutor Nasrudin bukanlah tiga orang yang sekarang ditahan polisi, tetapi seorang polisi (Brimob) yg terlatih.

Bibit dan Chandra. Lalu bagaimana dengan Bibit dan Chandra? Kepolisian dan Kejaksaan berpikir dengan dibuinya Antasari, maka KPK akan melemah. Dalam kenyataannya, tidak demikian. Bibit dan Chandra, termasuk yang rajin meneruskan pekerjaan Antasari. Seminggu sebelum Antasari ditangkap, Antasari pesan wanti2 agar apabila terjadi apa2 pada dirinya, maka penelusuran Bank Century dan IT KPU harus diteruskan.

Itulah sebabnya KPK terus akan menyelidiki Bank Century, dengan terus melakukan penyadapan2. Nah saat melakukan berbagai penyadapan, nyangkutlah Susno yang lagi terima duit dari Budi Sammpoerna sebesar Rp 10 miliar, saat Budi mencairkan tahap pertama sebasar US $ 18 juta atau 180 miliar dari Bank Century. Sebetulnya ini bukan berkait dengan peran Susno yang telah membuat surat ke Bank Century (itu dibuat seperti itu biar seolah–olah duit komisi), duit itu merupakan pembagian dari hasil jarahan Bank Century untuk para perwira Polri. Hal ini bisa dipahami, soalnya polisi kan tahu modus operasi pembobolan duit negara melalui Century oleh inner cycle SBY.

Demikian, sebetulnya ujung persoalan adalah SBY, Jaksa Agung, Kapolri, Joko Suyanto, dan para konglomrat hitam, serta innercycle SBY (pengumpul duit untk pemilu legislative dan presiden). RASANYA ENDINGNYA AKAN PANJANG, KARENA SBY TIDAK AKAN BERANI BERSIKAP. Tambahan, Anggoro dan Anggodo, termasuk penyumbang yang paling besar.

Hari Pahlawan

Hari pahlawan diperingati untuk mengenang pertempuran di Surabaya tanggal 10 November 1945. Pahlawan. Tahukah kalian, kepada siapa gelar pahlawan itu diberikan? Gelar Pahlawan diberikan kepada mereka yang berjuang dalam proses kemerdekaan Negara Republik Indonesia. Secara lengkap, disebut Pahlawan Nasional.

Siapa yang berhak memberikan gelar tersebut dan bagaimana prosesnya?

Nah, pemberian gelar ini dilakukan melalui proses persidangan Dewan Tanda-tanda Kehormatan yang dipimpin oleh seorang Sekretaris Jendral. Jabatan tersebut saat ini dipegang oleh Mayjen TNI Bambang Sutedjo. Setelah itu, hasil sidang dilaporkan kepada Presiden untuk kemudian dikeluarkan Keppres pemberian gelar Pahlwan Nasional dan Tanda-tanda Kehormatan.

Ini sesuai dengan Pasal 15 Undang Undang Dasar 1945 bahwa pemberian gelaran, tanda jasa dan lain-lain tanda kehormatan merupakan kewenangan Presiden dalam kedudukannya sebagai Kepala Negara.

Secara tidak resmi, kitapun mengenal sebutan pahlawan yang diberikan untuk mencerminkan perjuangan, pengabdian, semangat dan kemenangan. Contohnya, olahragawan yang mengharumkan nama Indonesia di pertandingan dunia dikatakan sebagai pahlawan olahraga. Para siswa siswi yang mengangkat nama negara melalui kompetisi tingkat internasional juga pahlawan di bidangnya. Para guru yang mendidik kita disebut pahlawan tanpa tanda jasa.

Jadi, kita teruskan berjuang dan penuhi hari-hari dengan semangat. Jadilah yang terbaik di bidang yang kalian tekuni.

24 Rekor Dunia Indonesia yang tidak dimiliki oleh negara lain

Disamping beberapa kekurangan yang sering melekat di tanah air kita Indonesia, namun ada puluhan rekor dunia yang patut kita banggakan sebagai warga negara Indonesia karena sampai saat ini blom ada yang mampu memecahkan rekor tersebut dari Indonesia.

Berikut daftar 24 rekor dunia yang dimiliki Indonesia.

1. Republik Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.504 pulau (termasuk 9.634 pulau yang belum diberi nama dan 6.000 pulau yang tidak berpenghuni).

2. Disini ada 3 dari 6 pulau terbesar didunia, yaitu : Kalimantan (pulau terbesar ketiga di dunia dgn luas 539.460 km2), Sumatera (473.606 km2) dan Papua (421.981 km2)

3. Indonesia adalah Negara maritim terbesar di dunia dengan perairan seluas 93 ribu km2 dan panjang pantai sekitar 81 ribu km2 atau hampir 25% panjang pantai di dunia.

4. Pulau Jawa adalah pulau terpadat di dunia dimana sekitar 60% hampir penduduk Indonesia (sekitar 130 jt jiwa) tinggal di pulau yang luasnya hanya 7% dari seluruh wilayah RI.

5. Indonesia merupakan Negara dengan suku bangsa yang terbanyak di dunia. Terdapat lebih dari 740 suku bangsa/etnis, dimana di Papua saja terdapat 270 suku.

6. Negara dengan bahasa daerah yang terbanyak, yaitu, 583 bahasa dan dialek dari 67 bahasa induk yang digunakan berbagai suku bangsa di Indonesia . Bahasa nasional adalah bahasa Indonesia walaupun bahasa daerah dengan jumlah pemakai terbanyak di Indonesia adalah bahasa Jawa.

7. Indonesia adalah negara muslim terbesar di dunia. Jumlah pemeluk agama Islam di Indonesia sekitar 216 juta jiwa atau 88% dari penduduk Indonesia . Juga memiliki jumlah masjid terbanyak dan Negara asal jamaah haji terbesar di dunia.

8. Monumen Budha (candi) terbesar di dunia adalah Candi Borobudur di Jawa Tengah dengan tinggi 42 meter (10 tingkat) dan panjang relief lebih dari 1 km. Diperkirakan dibuat selama 40 tahun oleh Dinasti Syailendra pada masa kerajaan Mataram Kuno (750-850)

9. Tempat ditemukannya manusia purba tertua di dunia, yaitu : Pithecanthropus Erectus’¬ yang diperkirakan berasal dari 1,8 juta tahun yang lalu.

10. Republik Indonesia adalah Negara pertama yang lahir sesudah berakhirnya Perang Dunia II pada tahun 1945. RI merupakan Negara ke 70 tertua di dunia.

11. Indonesia adalah Negara pertama (hingga kini satu-satunya) yang pernah keluar dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada tgl 7 Januari 1965. RI bergabung kembali ke dalam PBB pada tahun 1966.

12. Tim bulutangkis Indonesia adalah yang terbanyak merebut lambang supremasi bulutangkis pria, Thomas Cup, yaitu sebanyak 13 x (pertama kali th 1958 & terakhir 2002).

13. Indonesia adalah penghasil gas alam cair (LNG) terbesar di dunia (20% dari suplai seluruh dunia) juga produsen timah terbesar kedua.

14.Indonesia menempati peringkat 1 dalam produk pertanian, yaitu : cengkeh (cloves) & pala (nutmeg), serta no.2 dalam karet alam (Natural Rubber) dan minyak sawit mentah (Crude Palm Oil).

15. Indonesia adalah pengekspor terbesar kayu lapis (plywood), yaitu sekitar 80% di pasar dunia.

16. Terumbu Karang (Coral Reef) Indonesia adalah yang terkaya (18% dari total dunia).

17. Indonesia memiliki species ikan hiu terbanyak didunia yaitu 150 species.

18. Biodiversity Anggrek terbeser didunia : 6 ribu jenis anggrek, mulai dari yang terbesar (Anggrek Macan atau Grammatophyllum Speciosum) sampai yang terkecil (Taeniophyllum, yang tidak berdaun), termasuk Anggrek Hitam yang langka dan hanya terdapat di Papua.

19. Memiliki hutan bakau terbesar di dunia. Tanaman ini bermanfaat ntuk mencegah pengikisan air laut/abrasi.

20. Binatang purba yang masih hidup : Komodo yang hanya terdapat di pulau Komodo, NTT adalah kadal terbesar di dunia. Panjangnya bisa mencapai 3 meter dan beratnya 90 kg.

21. Rafflesia Arnoldi yang tumbuh di Sumatera adalah bunga terbesar di dunia. Ketika bunganya mekar, diameternya mencapai 1 meter.

22. Memiliki primata terkecil di dunia , yaitu Tarsier Pygmy (Tarsius Pumilus) atau disebut juga Tarsier Gunung yang panjangnya hanya 10 cm. Hewan yang mirip monyet dan hidupnya diatas pohon ini terdapat di Sulawesi.

23. Tempat ditemukannya ular terpanjang di dunia yaitu, Python Reticulates sepanjang 49 kaki (14.94 meter) di Sulawesi.

24. Ikan terkecil di dunia yang ditemukan baru-baru ini di rawa-rawa berlumpur Sumatera. Panjang 7,9 mm ketika dewasa atau kurang lebih sebesar nyamuk. Tubuh ikan ini transparan dan tidak mempunyai tulang kepala.

Kamis, 10 Desember 2009

pengalaman mudik ke Surabaya

DERY BUDI KUSUMA

10107461

3KA05

PENGALAMAN MUDIK KE SURABAYA

Hari raya bagi umat Islam pun tiba. Hari tersebut adalah Iedul Fitri. Hari kemenangan bagi semua umat Islam diseluruh dunia. Iedul Fitri pun dimulai dengan solat Ied, saya dan keluarga solat di mesjid yang jaraknya tidak jauh dari rumah. Pukul 06.30 saya dan keluarga berangkat bersama ke mesjid. Pukul 07.00 solat Ied oun selesai. Solat Ied si mesjid tempat saya solat ditutup dengan saling bersalam-salaman di dalam mesjid. Para jamaah pun saling bersalam-salaman mengitari luas ukuran dalam mesjid. Setelah semua jamaah saling bersalam-salaman, termasuk saya, saya pun pulang ke rumah. Dirumah, saya dan keluarga pun saling maaf-memaafkan. Suasan haru pun menghiasi acara maaf-memaafkan di keluarga saya.

Waktu pun berlalu. Pukul 11.00 kami sekeluarga bersiap-siap untuk berangkat ke mudik. Mudik adalah tradisi orang-orang Indonesia. Yaitu pada saat hari raya atau sebelumnya orang-orang yang merantau ataupun yang memiliki keluarga di kampung, pulang ke kampung masing-masing. 11.30 kami sekeluarga berangkat menuju terminal di daerah Rawa Mangun, Jakarta. Sehari sebelumnya, saya dan papa saya membeli tiket di terminal tersebut. Dari rumah saya di Tangerang menuju terminal Rawa Mangun, membutuhkan waktu kurang lebih 3 jam menggunakan taksi. Pukul 13.30 akhirnya kami sekeluarga sampai di terminal Rawa Mangun dan langsung membawa barang bawaan kami ke tempat menunggu bis yang akan kami naiki untuk perjalanan ke Surabaya. Lama menungu, ada pemberitahuan dari bagian informasi bahwa bis tujuan Jakarta-Surabaya yang kami tumpangi mengalami keterlambatan datang. Kami sekeluarga pun akhirnya harus menunggu sekitar 1 jam. Cuaca panas dan ramainya orang-orang yang menunggu bis membuat suntuk kami sekeluarga. Ramainya suasana di terminal bis membuat kami waspada akan pencurian. Seperti kita ketahui, pada saat mudik lebaran tingkat criminal di daerah terminal atau stasiun meningkat karena banyaknya penumpang. Waktu pun berlalu dan bis yang kami tunggu-tunggu pun akhirnya datang. Kami pun langsung membawa barang bawaan kami ke dalam bis. Kami mendapat tempat duduk tepat dibelakang sopir bis. Saya duduk bersama papa saya, lalu adik saya dan mama saya duduk dibelakang saya. Bis pun tak langsung berangkat karena harus menunggu penumpang yang lain yang belum datang.

Setelah semua kursi di dalam bis terisi oleh penumpang, bis kami pun akhirnya berangkat. Tak lupa kami sekeluarga berdoa agar kami sekeluarga selamat sampai tujuan. Dari terminal bis yang kami tumpangi berangkat sekitar pukul 15.30. Didalam bis kami pun diberi snack dari pihak travel yang kami gunakan. Snack tersebut dikemas didalam box makanan, yang berisi air mineral gelas, dan roti. Suasana didalam bis begitu nyaman. Para penumpang lain sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Ada yang membaca Koran, majalah, ada yang saling berkenalan dengan penumpang disebelahnya, ada yang melihat keadaan diluar dan sebagainya. Saya sendiri memilih mendengarkan musik dari mp4, papa saya langsung tertidur karena suasana nyaman didalam bis. Adik dan mama saya asik mengobrol dibelakang saya. Tak sadar saking asiknya mendengarkan musik sambil ngemil, snack pun ludes dengan cepat. Tapi saya masih punya makanan ringan yang sebelumnya sudah dipersiapkan untuk dibawa. Saya pun meminta makanan kepada adik saya yang kebetulan membawa tas yang berisi makanan kesukaan masing-masing anggota keluarga. Bis pun berjalan dengan cepat tapi pasti melewati rute-rute yang sudah dikuasai oleh sang sopir bis. Sang sopir terlihat sangat lihai mengendarai bis. Saya pun sesekali melihat cara sang sopir mengendarai bis. Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 18.15, kami tiba di pemberhentian bis pertama di daerah Sukamandi, Subang. Di pemberhentian pertama ini kami semua penumpang bis beristirahat sejenak dengan makan malam yang sudah disediakan oleh pihak travel yang bekerja sama dengan pihak rumah makan. Disini kami sekeluarga menyantap makan malam yang disediakan rumah makan bersama penumpang-penumpang yang lain. Selesai menyantap makan makan malam, kami kembali naik bis bersama penumpang lain untuk melanjutkan perjalan. Malam pun tiba, pemandangan yang selalu saya liat dari dalam bis pun sudah tak terlihat lagi seiring gelapnya malam.

Tak terasa bis yang kami tumpangi sudah tiba di kota Cirebon. Sebentar lagi bis kami akan menuju Jawa Tengah. Makin malam bis yang kami saya tumpangi semakin kencang saja lajunya. Sehingga tak terasa bis kami sudah sampai di Jawa Tengah, tepatnya di Kota Brebes. Pukul 19.30 kami tiba di kota Brebes. Setelah melewati kota Brebes, bis kami akan melalui kota Tegal. Lelah pun mulai saya rasakan. Iseng, saya pun melihat ke penumpang-penumpang yang lain, ternyata sudah banyak yang terlelap tidur. Termasuk adik, mama, dan papa saya yang sudah terlelap sejak dari tadi. Tapi sang sopir bis masih fokus mengendarai bis. Memang itu sudah seharusnya, karena kalau tidak, perjalanan bisa tertanggu karena sopir bis mengantuk. Saya pun memejamkan mata sambil mendengarkan musik agar bisa tertidur. Di tengah perjalan saya pun tiba-tiba terjaga entah karena apa. Saya masih melihat sang sopir masih serius mengendarai bis. Sekitar pukul 23.00 bis yang kami tumpangi sampai di kota Pemalang. Dan pada pukul 00.30 bis sudah sampai di kota Batik, Pekalongan. Saya melihat dari kaca bis, suasana kota Batik yang sepi karena sudah malam. Laju bis semakin kencang, dan akhirnya bis kami sampai di daerah Batang. Dari kota Batang ini bis kami akan menuju kota Kendal. Tapi sebelum menuju kota Kendal, bis kami akan melewati Ales Roban. Inilah yang saya tunggu-tunggu. Disini skill sang sopir bis terlihat. Karena jalur Ales Roban ini berliku-liku dan menanjak. Dan yang paling ekstrim lagi, sepanjang jalur Ales Roban ini tidak ada penerangan sama sekali. Hanya lampu dari bis yang menerangi jalan. Saya yang tidak tidur merasa tegang melihat sang sopir dengan mahirnya melewati jalur Ales Roban ini. Sungguh pengalaman yang menarik yang mewarnai perjalan saya dan keluarga mudik ke Surabaya. Karena merasa sedikit ngeri melihat laju bis yang kencang dan berliku-liku melewati Ales Roban, saya mencoba untuk tidur kembali.

Pukul 05.30 pagi, bis kami tiba di pemberhentian kedua, yaitu dikota Tuban. Lagi-lagi di tempat pemberhentian ini kami istirahat untuk makan pagi. Matahari pun muncul, dan diseberang restoran tempat kami istirahat, terlihat pemandangan laut yang lumayan indah. Dan pemandangan itu akan kami rasakan selama sisa perjalanan menuju kota Surabaya sampai di Lamongan. Karena kota Tuban dan Lamongan terletak dipinggir laut. Selesai beristirahat dan menyantap sarapan pagi, bis kami melanjutkan perjalan menuju Surabaya. Kota selanjutnya yang akan kami lewati adalah Lamongan. Sepanjang perjalan saya melihat pemandangan laut yang indah. Ditepi-tepi pantai terlihat perahu-perahu nelayan. Pukul 06.45 bis kami sampai dikota Lamongan. Dan setelah itu kami akan melewati kota Gresik dan akhirnya menuju ke kota Surabaya. Dan pukul 07.30 bis yang kami tumpangi sampai dikota Pahlawan, Surabaya.

Sebelum sampai di stasiun kami sekeluarga dan penupang-penumpang yang lain mempersiapkan barang-barang bawaan dan memeriksa agar tidak ada yang tertinggal. Dan akhirnya bis kami tiba di stasiun Bungur Asih, Surabaya. Setelah turun dari bis, kami sekeluarga beristirahat sejenak menghilangkan rasa pegal karena berjam-jam kami duduk didalam bis. Selagi istirahat, saya dan papa saya memesan tiket untuk perjalan pulang ke Jakarta. Kami memeasan tiket dari awal untuk mengantisipasi kehabisan tiket seperti yang sudah kami alami di tahun-tahun sebelumnya. Setelah mendapatkan tiket untuk pulang, kami menghubungi paman saya untuk menjemput kami di stasiun. Karena sebelumnya paman saya berjanji akan menjemput kami setiba kami di stasiun. Tak lama, paman saya datang dengan menggunakan mobil. Sebelumnya kami silaturahmi dengan paman. Setelah itu kami sekeluarga diantar oleh paman ke rumah kakek dan nenek di kota Sidoarjo. Sanak saudara yang lain pun sudah menunggu disana.

Dan itulah sedikit pengalaman saya mudik ke daerah Jawa Timur yaitu kota para Pahlawan, Surabaya. Hanya itu yang bisa saya berikan. Semoga bisa berkenan dihati kepda yang membaca. Sekian, dan Wassalam.*