DERY BUDI KUSUMA
10107461
3KA05
PENGALAMAN MUDIK KE
Hari raya bagi umat Islam pun tiba. Hari tersebut adalah Iedul Fitri. Hari kemenangan bagi semua umat Islam diseluruh dunia. Iedul Fitri pun dimulai dengan solat Ied, saya dan keluarga solat di mesjid yang jaraknya tidak jauh dari rumah. Pukul 06.30 saya dan keluarga berangkat bersama ke mesjid. Pukul 07.00 solat Ied oun selesai. Solat Ied si mesjid tempat saya solat ditutup dengan saling bersalam-salaman di dalam mesjid. Para jamaah pun saling bersalam-salaman mengitari luas ukuran dalam mesjid. Setelah semua jamaah saling bersalam-salaman, termasuk saya, saya pun pulang ke rumah. Dirumah, saya dan keluarga pun saling maaf-memaafkan. Suasan haru pun menghiasi acara maaf-memaafkan di keluarga saya.
Waktu pun berlalu. Pukul 11.00 kami sekeluarga bersiap-siap untuk berangkat ke mudik. Mudik adalah tradisi orang-orang Indonesia. Yaitu pada saat hari raya atau sebelumnya orang-orang yang merantau ataupun yang memiliki keluarga di kampung, pulang ke kampung masing-masing. 11.30 kami sekeluarga berangkat menuju terminal di daerah Rawa Mangun, Jakarta. Sehari sebelumnya, saya dan papa saya membeli tiket di terminal tersebut. Dari rumah saya di Tangerang menuju terminal Rawa Mangun, membutuhkan waktu kurang lebih 3 jam menggunakan taksi. Pukul 13.30 akhirnya kami sekeluarga sampai di terminal Rawa Mangun dan langsung membawa barang bawaan kami ke tempat menunggu bis yang akan kami naiki untuk perjalanan ke Surabaya. Lama menungu, ada pemberitahuan dari bagian informasi bahwa bis tujuan Jakarta-Surabaya yang kami tumpangi mengalami keterlambatan datang. Kami sekeluarga pun akhirnya harus menunggu sekitar 1 jam. Cuaca panas dan ramainya orang-orang yang menunggu bis membuat suntuk kami sekeluarga. Ramainya suasana di terminal bis membuat kami waspada akan pencurian. Seperti kita ketahui, pada saat mudik lebaran tingkat criminal di daerah terminal atau stasiun meningkat karena banyaknya penumpang. Waktu pun berlalu dan bis yang kami tunggu-tunggu pun akhirnya datang. Kami pun langsung membawa barang bawaan kami ke dalam bis. Kami mendapat tempat duduk tepat dibelakang sopir bis. Saya duduk bersama papa saya, lalu adik saya dan mama saya duduk dibelakang saya. Bis pun tak langsung berangkat karena harus menunggu penumpang yang lain yang belum datang.
Setelah semua kursi di dalam bis terisi oleh penumpang, bis kami pun akhirnya berangkat. Tak lupa kami sekeluarga berdoa agar kami sekeluarga selamat sampai tujuan. Dari terminal bis yang kami tumpangi berangkat sekitar pukul 15.30. Didalam bis kami pun diberi snack dari pihak travel yang kami gunakan. Snack tersebut dikemas didalam box makanan, yang berisi air mineral gelas, dan roti. Suasana didalam bis begitu nyaman. Para penumpang lain sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Ada yang membaca Koran, majalah, ada yang saling berkenalan dengan penumpang disebelahnya, ada yang melihat keadaan diluar dan sebagainya. Saya sendiri memilih mendengarkan musik dari mp4, papa saya langsung tertidur karena suasana nyaman didalam bis. Adik dan mama saya asik mengobrol dibelakang saya. Tak sadar saking asiknya mendengarkan musik sambil ngemil, snack pun ludes dengan cepat. Tapi saya masih punya makanan ringan yang sebelumnya sudah dipersiapkan untuk dibawa. Saya pun meminta makanan kepada adik saya yang kebetulan membawa tas yang berisi makanan kesukaan masing-masing anggota keluarga. Bis pun berjalan dengan cepat tapi pasti melewati rute-rute yang sudah dikuasai oleh sang sopir bis. Sang sopir terlihat sangat lihai mengendarai bis. Saya pun sesekali melihat cara sang sopir mengendarai bis. Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 18.15, kami tiba di pemberhentian bis pertama di daerah Sukamandi, Subang. Di pemberhentian pertama ini kami semua penumpang bis beristirahat sejenak dengan makan malam yang sudah disediakan oleh pihak travel yang bekerja sama dengan pihak rumah makan. Disini kami sekeluarga menyantap makan malam yang disediakan rumah makan bersama penumpang-penumpang yang lain. Selesai menyantap makan makan malam, kami kembali naik bis bersama penumpang lain untuk melanjutkan perjalan. Malam pun tiba, pemandangan yang selalu saya liat dari dalam bis pun sudah tak terlihat lagi seiring gelapnya malam.
Tak terasa bis yang kami tumpangi sudah tiba di kota Cirebon. Sebentar lagi bis kami akan menuju Jawa Tengah. Makin malam bis yang kami saya tumpangi semakin kencang saja lajunya. Sehingga tak terasa bis kami sudah sampai di Jawa Tengah, tepatnya di Kota Brebes. Pukul 19.30 kami tiba di kota Brebes. Setelah melewati kota Brebes, bis kami akan melalui kota Tegal. Lelah pun mulai saya rasakan. Iseng, saya pun melihat ke penumpang-penumpang yang lain, ternyata sudah banyak yang terlelap tidur. Termasuk adik, mama, dan papa saya yang sudah terlelap sejak dari tadi. Tapi sang sopir bis masih fokus mengendarai bis. Memang itu sudah seharusnya, karena kalau tidak, perjalanan bisa tertanggu karena sopir bis mengantuk. Saya pun memejamkan mata sambil mendengarkan musik agar bisa tertidur. Di tengah perjalan saya pun tiba-tiba terjaga entah karena apa. Saya masih melihat sang sopir masih serius mengendarai bis. Sekitar pukul 23.00 bis yang kami tumpangi sampai di kota Pemalang. Dan pada pukul 00.30 bis sudah sampai di kota Batik, Pekalongan. Saya melihat dari kaca bis, suasana kota Batik yang sepi karena sudah malam. Laju bis semakin kencang, dan akhirnya bis kami sampai di daerah Batang. Dari kota Batang ini bis kami akan menuju kota Kendal. Tapi sebelum menuju kota Kendal, bis kami akan melewati Ales Roban. Inilah yang saya tunggu-tunggu. Disini skill sang sopir bis terlihat. Karena jalur Ales Roban ini berliku-liku dan menanjak. Dan yang paling ekstrim lagi, sepanjang jalur Ales Roban ini tidak ada penerangan sama sekali. Hanya lampu dari bis yang menerangi jalan. Saya yang tidak tidur merasa tegang melihat sang sopir dengan mahirnya melewati jalur Ales Roban ini. Sungguh pengalaman yang menarik yang mewarnai perjalan saya dan keluarga mudik ke Surabaya. Karena merasa sedikit ngeri melihat laju bis yang kencang dan berliku-liku melewati Ales Roban, saya mencoba untuk tidur kembali.
Pukul 05.30 pagi, bis kami tiba di pemberhentian kedua, yaitu dikota Tuban. Lagi-lagi di tempat pemberhentian ini kami istirahat untuk makan pagi. Matahari pun muncul, dan diseberang restoran tempat kami istirahat, terlihat pemandangan laut yang lumayan indah. Dan pemandangan itu akan kami rasakan selama sisa perjalanan menuju kota Surabaya sampai di Lamongan. Karena kota Tuban dan Lamongan terletak dipinggir laut. Selesai beristirahat dan menyantap sarapan pagi, bis kami melanjutkan perjalan menuju Surabaya. Kota selanjutnya yang akan kami lewati adalah Lamongan. Sepanjang perjalan saya melihat pemandangan laut yang indah. Ditepi-tepi pantai terlihat perahu-perahu nelayan. Pukul 06.45 bis kami sampai dikota Lamongan. Dan setelah itu kami akan melewati kota Gresik dan akhirnya menuju ke kota Surabaya. Dan pukul 07.30 bis yang kami tumpangi sampai dikota Pahlawan, Surabaya.
Sebelum sampai di stasiun kami sekeluarga dan penupang-penumpang yang lain mempersiapkan barang-barang bawaan dan memeriksa agar tidak ada yang tertinggal. Dan akhirnya bis kami tiba di stasiun Bungur Asih, Surabaya. Setelah turun dari bis, kami sekeluarga beristirahat sejenak menghilangkan rasa pegal karena berjam-jam kami duduk didalam bis. Selagi istirahat, saya dan papa saya memesan tiket untuk perjalan pulang ke Jakarta. Kami memeasan tiket dari awal untuk mengantisipasi kehabisan tiket seperti yang sudah kami alami di tahun-tahun sebelumnya. Setelah mendapatkan tiket untuk pulang, kami menghubungi paman saya untuk menjemput kami di stasiun. Karena sebelumnya paman saya berjanji akan menjemput kami setiba kami di stasiun. Tak lama, paman saya datang dengan menggunakan mobil. Sebelumnya kami silaturahmi dengan paman. Setelah itu kami sekeluarga diantar oleh paman ke rumah kakek dan nenek di kota Sidoarjo. Sanak saudara yang lain pun sudah menunggu disana.
Dan itulah sedikit pengalaman saya mudik ke daerah Jawa Timur yaitu kota para Pahlawan, Surabaya. Hanya itu yang bisa saya berikan. Semoga bisa berkenan dihati kepda yang membaca. Sekian, dan Wassalam.*

Tidak ada komentar:
Posting Komentar